Terimakasih atas kunjungan anda

Selasa, 10 Mei 2016

Kekaguman yang takkan kau temukan

Tak pernah aku meminta atau bahkan mengemis kepada seseorang untuk mengagumiku. Hubunganku kepada seseorang dalam bentuk saling hormat-menghormati. Dia menghormati aku, aku pun berusaha untuk menghormatinya. Untuk meminta di Idolakan aku tak pernah. Dan tak merasa perlu untuk itu. Aku bukan seperti yang lain, yang gila akan sebuah kehormatan diri hingga rela mengemis mohon belas kasihan bahkan menjilat untuk memperoleh sebuah peng-idolaan ataupun penghormatan berlebih.
Kalau toh  memang ada orang yang diam-diam mengagumi tanpa sepengetahuanku. Itu adalah hak mereka, hak masing-masing orang untuk bebas berfikir terhadap apa yang ia fahami. Namun aku berpesan kepada mereka itu. Tiap orang mempunyai kekurangan, bahkan seekor burung merak jantan yang indahpun, tetap memiliki kekurangan. Ia tak bisa kau paksa untuk berkokok indah seperti layaknya Ayam jantan kesayangan peliharaanmu. Ia tetap memiliki kekurangan. Aku mengatakan ini karena kebanyakan mereka ketika sudah mengagumi sesuatu, ia lupa bahwa yang ia kagumi itu hanyalah makhluk dari Yang Maha Indah. Ia tetap tak luput dari kekurangan yang menghinggapi setiap makhluk. Dan inilah memang yang terjadi dalam sebuah kehidupan fana ini. Jika toh sang pengagum itu kemudian berpaling mengagumi yang lain. Tak bisa pula aku paksakan, hanya saja jika ia tidak menyadari hidup ini, sangat mungkin untuk ia menemukan kekecewaan dalam pengembaraan mencari kekaguman itu.
Hidup ini memang berisi benar-salah, baik-buruk, indah-jelek. Cinta adalah sesuatu yang tulus. Cinta sejati, mampu melihat dan menerima kekurangan. Jika engkau mencintai, akan sulitlah kau menjelaskan dengan cukup terperinci apa penyebab kau mencintainya. Sulit untuk bisa merangkai kalimat yang bisa mewakili setiap potong cintamu itu untuk menjelaskannya. Jika kau hanya sekedar mengidolakannya/mengaguminya. Sadari bahwa ia hanyalah seonggok daging yang masih memiliki beribu kekurangan diantara beberapa hal yang menyebabkan engkau kagum. Kekaguman itu berada dibawah tingkatan Cinta. Kau takkan pernah menemukan kekaguman itu jika itu kau cari pada seorang makhluk yang bernama manusia, apalagi untuk mencapai cinta, rasanya masih cukup jauh.
                                                                                                                                                Sudut kamarku
                                                                                                                                                04/Mei/2016