Rabu, 27 Juni 2018

Tak Menyalurkan Hak Suara

Hari ini aku tak bisa menyalurkan hak suaraku, karena aku sedang tidak di rumah Madiun. Libur kali ini ku isi dengan jalan-jalan ke arah kota. Rutinitas harian di kantor menyebabkan pikiran cukup jenuh, tiap kali ada libur aku selalu mengisinya dengan berjalan ke suatu tempat baru. Kali ini aku sempatkan singgah di Masjid Istiqlal. Seperti biasa, aku menyimpan sandalku, kemudian mengambil air wudhu. Melanjutkan sholat dhuhur hingga selesai. Ada kuliah keagamaan ba'da dhuhur sempat kuikuti sebentar. Isinya mengenai lancarnya aliran rizki, salah satunya adalah karena ridho orangtua, selain itu meninggalkan dosa juga berpengaruh terhadap rizki, begitu yg dapat kutangkap dari kuliah itu.

Sesaat setelah itu perhatianku sedikit tertarik pada sosok orangtua berkacamata. Ia sedang duduk membaca Al-Qur'an, langgam jawanya begitu kental. Lama ia membacanya. Aku mendekat sekira 5 meter untuk mendengarkan dan menikmati bacaannya. Untuk ukuran standar umum memang suaranya tak merdu, namun bagiku, suara itu begitu ikhlas, tulus, dan alami. Aku menikmatinya. Seharusnya aku sendiri yg membaca Al-Qur'an itu, kemudian menikmatinya. Mungkin karna kemalasanku, aku hanya membaca Alfatihah hingga selesai. Kemudian menikmati bacaan Bapak tua itu. Hingga selesai tulisan ini, beliau masih membaca ayat suci itu.
Terimakasih Bapak tua.

Catatan 27 Juni @Istiqlal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar